Jumat, 03 Februari 2017

NHW II - Indikator Profesional Perempuan

Jadi minggu ini kami para wanita peserta Matrikulasi IIP mendapat nice home work untuk membuat cheklist indikator profesionalisme sebagai perempuan. Tugasnya seperti di bawah ini

“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN"

a. Sebagai individu

b. Sebagai istri

c. Sebagai ibu

Karena setiap perempuan berbeda,  kebutuhannya berbeda,  kehidupannya pun beda,  maka jawaban dari home work diatas berbeda juga. Maka tak ada jawaban benar atau salah. Untuk membuat cheklist individu saya harus melihat kembali ke dalam,  indikator apa yang rasanya membuat saya Profesional sebagai perempuan untuk keluarga kecil saya.  Cheklist sebagai istri saya harus menanyakan kepada suami,  yang mana hal ini tidak pernah terlintas untuk melakukannya,  setelah beberapa saat merasa ngeri tapi sekaligus panasaran dengan jawaban suami,  ternyata jawabanya sungguh sederhana sekali. Terimakasih pak suami :-)
Lalu untuk cheklist sebagai ibu,  rasanya agak sulit tanya langsung,  karena si anak baru bisa berkata mama,  papa,  enggak.  Yap umurnya baru 11 bulan. Jadi berdasar feeling saja,  dari reaksi dia saat berkegiatan dengan ibunya. Nah berikut adalah jawaban saya dari Nice Home Work kali ini.

Rabu, 25 Januari 2017

Nice Home Work Part 1


Bismillahirahmanirahim

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Ilmu Hijrah

Hijrah adalah perpindahan. Dari yg buruk ke baik,  maupun sebaliknya.  Saya merasa sebagai pribadi yang masih belum baik. Belum soleha sebagai wanita. Jadi saya ingin hijrah menjadi wanita yang lebih soleha.

2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

Kehadiran buah hati adalah alasan terkuat untuk hijrah :)

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

a.  Iqra : ilmu agama,  ilmu parenting,  ilmu memasak,  ilmu kedokteran,  ilmu accounting
b. Terus belajar : Ikut komunitas (x : IIP),  Beli buku2 terkait, mulai ikut majelis taklim, kuliah online.
c.  Mencari Ridho suami : lebih taat,  lebih menjaga diri.
d.  Mencari Ridho Allah : jaga shalat,  jaga doa,  lakukan sunnah,  perbanyak shodaqoh.
e.  Gadgetless

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

- Dari baperan menjadi lebih Khudznuzon
- Dari emosian menjadi lebih sabar
- Dari malas menjadi lebih rajin dan disiplin.

InshaAllah

Selasa, 18 Agustus 2015

Banda Neira

Seperti kebanyakan orang,  di waktu luangku kusempatkan membuka akun sosmed yang aku miliki,  seperti malam ini aku buka akun instagramku,  aku lebih suka melihat postingan berupa gambar ketimbang postingan status atau artikel yang akhir -  akhir ini seringkali  ber-isu negatif.
Di timeline mulai bermunculan postingan gambar yang kebanyakan berasal dari akun jualan yang aku follow,  tapi kemudian ada sebuah postingan dari seorang teman,  postingan foto ia sendiri dengan caption kemerdekaan (yeah,  malam ini adalah hari kemerdekaan RI ke 70), sebetulnya tak ada yang begitu unik dari postingan foto itu,  tapi entah mengapa hatiku tergerak untuk 'kepo'  melihat foto -  foto lain yang ia post di instagramnya. 
Memasuki akun instagram teman tersebut,  mulai kubaca satu persatu foto yang telah ia unggah,  bukan seorang teman yg bisa dikatakan dekat,  tapi pernah sama -  sama terjebak dalam situasi yang cukup aneh untuk ukuran remaja kala itu,  hingga akhirnya mempertemukan kami yang bahkan berbeda jarak yang sangat jauh.  Sebagai tanda pertemanan kami hanya bisa bertukar akun sosmed masing-masing. Kembali ku perhatikan foto-foto yang ia unggah,  beberapa cukup menarik hingga membuatku kagum,  bukan tentang betapa indahnya foto yang ia unggah melainkan apa isi dari foto-foto tersebut,  beberapa karya tangan,  tulisan tangan,  hasil karya dan apapun hasil pikiran yang ia tuangkan dalam sebuah gambar. 
Ada sebuah gambar yang lagi-lagi foto diri sendiri,  tapi memiliki caption yang cukup panjang,  dan ternyata adalah tantangan untuk posting playlist lagu. Dari 12 lagu diplaylist yang ia tulis di caption,  bahkan hanya 2 saja yang aku ketahui. Lagi -  lagi hal yang cukup menarik,  karena sisa dari dua lagu tersebut adalah lagu yang jarang didengarkan di khalayak umum. Walaupun aku sendiri bukan orang yang selalu up to date dengan lagu terkini,  namun aku cukup yakin lagu -  lagu yang ia dengar bukan lagu yang mudah didengar di radio apalagi layar kaca.  Aku kembali 'kepo'  seperti apa kira-kira lagu yang sering ia dengarkan?
Keesokan harinya kegiatan kepo dan iseng berlebihan ini berlanjut,  bukan dengan membedah instagram teman tersebut lagi,  melainkan mencari tahu seperti apa lagu yang ia dengarkan,  mungkin bisa jadi referensi yang unik pikirku.  Kudengarkan beberapa lagu dari youtube,  dan betul sesuai dugaanku sedikit sekali viewer dari lagu-lagu di playlistnya.
Dari satu lagu ke lagu lainnya,  instrumen yang lembut,  enteng,  nyaman ditelinga tapi sama sekali tidak cengeng justru ceria.  Bahkan satu band yang ia dengarkan telah membuatku suka mendengar lagunya juga,  Banda Neira -  Berjalan Lebih Jauh. Lirik yang sederhana,  berulang,  ceria namun membawa perasaan bebas. Membawa ke masa yang dulu pernah aku rasakan,  seakan hidup hanyalah saat ini saja,  bukan kemarin apalagi esok.  Yah walaupun liriknya bukan bercerita tentang itu sama sekali,  namun itu rasa yang kurasakan dari awal pertama mendengar lagu itu.
Terimakasih rasa kepo,  terimakasih teman. Irama yang cukup menyenangkan diantara kebosanan yang berlarut.  Sepertinya besok aku akan mengunduh lagu itu. 

Senin, 11 Agustus 2014

Hujan dan Kerinduan


Sore ini hujan tiba dengan derasnya, membuatku sesaat menahan waktu kepulangan kerja, sebuah kelalaian tak membawa payung karena menyangka musim panas telah tiba. Tak lama hujan pun akhirnya sedikit mereda, aku beranjak pulang dengan menebeng teman sekantor hingga jalur angkutan umum terdekat. Hari ini adalah senin, maka sebuah hujan dan kemacetan adalah serangkaian yang sempurna. Hingga hampir setengah jam kunanti angkutanku tak kunjung lewat, mungkin karena antrian kendaraan di jalanan depanku tak kunjung bergerak, sedangkan aku sudah mulai basah karena masih menanti dipinggir jalan, kutengok kiri kanan tak ada tempat yang cukup strategis untuk menanti angkutan sambil berteduh, akhirnya kulanjutkan menanti sambil merasakan guyuran hujan yang mulai deras kembali. Kehujanan dan sendirian, sepertinya angan tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menyeretku ke masa lalu sehingga bermunculan berbagai memori yang kulewati bersama hujan. 

Kenangan pertama yang muncul adalah hutan dan gunung. Aku pernah beberapa kali menyusuri hutan, mendaki gunung bersama hujan. Hujan rintik, deras, berangin bahkan badai. Merasakan kedinginan yang amat sangat, jarak pandang yang sangat dekat karena kabut dan gelap malam, sebuah perasaan putus asa bercampur dengan pasrah sekaligus. Tapi juga perasaan damai dan ketenangan yang aneh saat tercium harum tanah, pohon dan rerumputan basah bagai sebuah aroma teraphy. Sensasi perasaan yang luar biasa, yang tak akan dimengerti oleh mereka yang tak pernah mengalami. Anganku terhenti karena angkutan yang kutunggu akhirnya lewat. Kunaiki angkutan tersebut, dalam hati aku tahu bahwa perjalanan pulang ini akan panjang karena macet ini tetap menemani. Hujan kembali menyeretku ke memori-memori masa lalu yang pernah kulewati dengannya. Hujan juga hadir mengiringi disaat kujatuhkan pilihan hatiku pada seorang pria, dan sebuah keanehan atau kebetulan mungkin, hujan seringkali menemani beberapa perjalananku dengan pria itu. Seolah hujan ingin menjadi saksi perjalanan asmara kami. Hujan pun pernah hadir menemani hariku dengan teman-teman terbaik. Sebuah masa remaja, sore yang senja dan hujan menampakan dirinya, kami serta merta menyambut hujan dengan bahagia, bersalip-salipan diatas motor, tertawa seakan esok akan selalu ada. Bahkan hujan sudah mengiriku saat pertama kali aku hadir menyapa dunia.
Aku rasa hujan adalah sebuah kerinduan bagiku. Kustop angkutanku, aku turun dan bergegas lari kerumah dengan hujan masih menemaniku.

Senin, 21 Juli 2014

Tetap Cantik dan Segar di Bulan Ramadhan



Berpuasa menahan lapar dan dahaga di bulan Ramadhan memang dapat menyebabkan lemas, lesu sehingga wajahpun terkadang terlihat kuyu dan tak sesegar biasanya apalagi jika aktifitas selalu padat setiap harinya, bahkan bertambah jadwal untuk buka puasa bersama ataupun sahur bersama. Agar selalu terlihat bugar dan memiliki wajah yang segar ada beberapa hal yang aku coba lakukan, seperti berbuka dengan makanan yang cukup dan tidak berlebihan, banyak minum air putih dari waktu berbuka sampai sahur, mengkonsusmi buah-buahan serta sayur dan juga tentunya menggunakan make up yang sesuai disaat beraktifitas. Aku gunakan wardah beauty yang merupakan Kosmetik Halal sehingga aman digunakan bahkan disaat berpuasa sekalipun, ini sudah terbukti dari bahan-bahannya dan sudah diakui pula di MU


Rangkaian Kosmetik Wardah
Untuk pemakaian make up ke kantor setiap harinya aku suka tampilan yang soft, jadi aku cukup menggunakan pelembab Wardah Lightening Day Cream step 1 sebagai pelembab sekaligus alas bedak, tapi kalau ingin hasil tahan lebih lama bisa juga menggunakan foundation wardah yang liqud atau yang creamy, setelah itu baru aku usapkan bedak wardah yang seri Lightening Two Way Cake warna golden beige, satu tingkat di atas warna kulitku agar wajahku terlihat lebih cerah, kemudian aku oleskan Lipstik Wardah Matte no 17, tektsturnya memang agak kering dan tidak shiny tapi akan membuat warna bibir terlihat merah alami, dan terakhir sedikit blush on agar pipi terlihat merona, untuk blush on aku gunakan Wardah Blush On seri C, satu kotak dua warna blush on, selain irit bentuknya pun mini cocok dibawa bepergian, lalu jadilah tampilan make up yang simple tapi tetap fresh.


Hasil Simpel Make Up
Di malam harinya setelah pulang seharian beraktifitas biasanya aku bersihkan make up dengan Make Up Remover Wardah, tapi berhubung make up removernya habis maka aku gunakan Olive Oil Wardah. Olive oil selain digunakan untuk massage dapat digunakan juga untuk membersihkan sisa-sisa make up dan tetap aman karena bahannya 100% minyak zaitun, melembabkan dan tidak membuat wajah jadi kering. Setelah itu aku bersihkan lagi wajahku dengan susu pembersih wardah yang Lightening Milk Cleanser dan kubilas dengan sabun pembersih Wardah Lightening Gentle Wash, busanya lembut dan waktu digunakan tidak terlalu kesat karena mengandung licorice yang melembabkan kulit, sehingga wajahku benar-benar bersih dari sisa make up dan debu jalanan. Setelah selesai membersihkan wajah aku gunakan Wardah Lightening Toner, toner penyegar non-alcohol dengan cara dituang dikapas dan ditepuk-tepuk perlahan ke wajah. Step terakhir aku oleskan krim malam Wardah Lightening Night Cream Step 1. Aku pun siap pergi sholat teraweh dengan wajah yang tetap terjaga segar dan bersih.


Walaupun bulan ramadhan kita tetap dapat terlihat cantik dan segar jika menjalankan pola hidup yang sehat dan menggunakan produk perawatan wajah yang tepat, tapi sebagai umat islam yang baik harus tetap sesuai syariat, maka aku pilih wardah beauty karena bagiku Halal is My Live

Senin, 02 Juni 2014

Warteg Seberang Kampus

Sore itu ada jadwal UTS dikampus, pulang kantor kulirik jam tangan masih tersisa satu setengah jam lagi sebelum UTS dimulai, resiko kuliah malam sehingga ujian pun malam.
 
Turun angkot persis depan kampus, kuputuskan makan di warteg seberang kampus, setelah memesan beberapa menu favorit kusempatkan mengechek beberapa socmed di handphone, beberapa teman kampus bermunculan update sudah standby di kampus untuk mengikuti UTS yang sama. 
 
Pesananku tak lama kemudian datang, aku mulai makan sambil sesekali masih mengechek handphone, kuperhatikan sekeliling warteg ini lengang, hanya aku sendiri yang baru mulai menikmati pesananku, tak lama seseorang datang lalu memesan makanan kemudian pergi dan suasana kembali lengang. 

Perhatianku mulai beralih ke jalan raya di depan warteg, jalanan yang memisahkan warteg ini dengan kampusku, lalu lalang kendaraan yang disinari matahari senja, beranjak terbenam mulai malam. Sejenak kemudian ritme makanku agak mulai perlahan, memoriku berputar ke beberapa waktu sebelum saat ini.

Aku masih ingat waktu pertama kali memesan makan di warteg ini adalah saat awal semester sebagai seorang mahasiswa baru, bersama dengan kekasih baru salah seorang teman baru di kelas baru. Salah satu kenangan bersama ia yang saat ini sudah kusebut mantan kekasih.

Lalu kuingat pernah makan bersama dua orang sahabat, hanya memesan makanan ala kadarnya duduk berjajar satu bangku, membahas tentang kuliah, teman dan tentu saja yang paling hangat adalah bahasan tentang cinta, keduanya setuju kekasihku saat ini tak memancarkan chemistry cinta bila bersamaku, aku tak perduli karena hatiku yang paling tau. Berlanjut dengan bahasan betapa ego salah satu sahabat yang tak mau mengakui bahwa ia sangat menyukai seorang teman lelaki dikelas. Bahasan tak kunjung berakhir walau porsi makan sudah berakhir dan belanjut hanya memesan minum, suasan warteg itu sangat riuh meskipun hanya kami bertiga di warteg itu. Salah satu kenangan bersama sahabat yang saat ini sudah kusebut teman.

Beralih lagi ke suatu kenangan dimana seusai kuliah malam dan aku makan malam dengan seorang kekasih diluar kekasihku saat ini, kenangan lain dengan seorang yang saat ini kusebut dengan teman saja.

Makanan pesananku sudah hampir habis, dan disenja ini baru kusadari, warteg ini masih sama seperti pertama kali aku makan disini, warteg ini juga masih bertempat di seberang kampusku, akan tetapi suasananya yang berbeda, warteg ini hanyalah sebuah warung makan biasa, yang membuatnya berbeda adalah denga siapa aku pernah makan disana, cerita apa yang pernah terjadi disana. Aku merasa lucu dan aneh sekaligus, betapa sebuah tempat dapat membuatmu mengingat, merasa dan memaknai hidup, memaknai orang-orang, mereka yang sempat hadir mengisi hari-hari.

Kusuapkan sisa sendokan nasi terakhirku, kureguk es teh pesananku, melihat sisa lima belas menit waktuku yang tersisa. Kubayar pesananku dan kuberanjak pergi dari warteg seberang kampus.

Rabu, 21 Agustus 2013

Beras Merah


Berawal dari rasa lapar, di tudung saji hanya ada sepiring sisa nasi dari beras merah, 3 ekor ikan asin goreng dan semangkok sayur katuk yang sudah dingin, perpaduan yang tidak biasa untuk menu makanan sehari-hari, apalagi bagi pemakan nasi putih sepertiku. Tapi kemudian rasa lapar mengalahkan pikiranku, sisi lain dari rasa lapar berkata sepertinya menu tersebut cukup nikmat. Mulailah kusendokan nasi, kutuang sayur dan kuambil ikan asin, sedikit demi sedikit mulai kukunyah dan entah malaikat mana yang tumben merasukiku, setiap kunyahan terasa sangat amat nikmat, tak henti-hentinya hati kecil ini secara ajaib selalu berujar Subhanallah nikmat sekali, Alhamdulillah hari ini bisa makan senikmat ini atau lalu belum tentu orang lain disana bisa makan senikmat ini atau puji syukur memiliki tante yang super sibuk tapi tetap mau memasak untuk keluarganya, ada pula yang berujar beruntung sekali sudah makan nikmat, menunya sehat pula dan bahkan pikiran konyol yang berujar mungkin efek ikan asin yang menimbulkan rasa nikmat, tapi yang pastinya dari tadi tak henti-hentinya hatiku merasa syukur yang berlebih atas beras merah dan nikmatnya ini. Allah Maha Baik ujar kata hatiku mantap. 


Selagi makan terdengar suara anak-anak tetangga yang masih bernyanyi riang walaupun sudah pukul 19.00  malam, suara yang sangat dekat, satu-satu aku sayang ibu berlanjut ke bintang kecil di langit yang biru hingga balonku ada lima, biasanya suara-suara tersebut terdengar berisik untuk telingaku tapi entah kenapa sang telinga lebih memilih untuk diam dan mendengarkan, ia sadar bahwa sudah beberapa rentang waktu ia lewati meninggalkan suara-suara keceriaan macam itu, lagi-lagi hal sederhana tersebut menyampaikan rasa syukur pada hatiku, hingga ia kembali berujar Alhamdulillah... Terimakasih lagi Tuhan. Terimakasih atas nikmat beras merah yang Kau berikan padaku ini.

Senin, 01 Juli 2013

Bab XIV. Investasi dan Penanaman Modal

Investasi
Investasi merupakan pengeluaran atau pembelanjaan para penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Investasi dapat dibedakan menjadi :
1.     Investasi rill, seperti pabrik, mesin, dll
2.    Investasi persediaan, seperti barang jadi, barang baku, dll
3.    Investasi Residensial, seperti rumah, kantor, dll

Faktor yang paling penting dalam menentukan tingkat investasi adalah keuntungan yang diramalkan dan tingkat bunga.

Peranan Investasi Dalam Meningkatkan PNB (Pendapatan Nasional Bruto)
Peningkatan PNB dapat dilakukan dengan berinvestasi dalam negeri dan modal sendiri atau modal bersama. Yang kita ketahui bersama  bahwa Pendapatan Nasional Bruto (PNB) merupakan suatu nilai barang dan jasa dalam suatu Negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga Negara tersebut, termasuk nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor produksi yang digunakan oleh luar negeri, namun tidak menghitung produksi yang dimiliki penduduk atau perusahaan dari Negara lain yang digunakan didalam Negara tersebut. Indicator utama dalam PNB adalah mengukur tingkat kesehatan ekonomi suatu kawasan. Cara mengukurnya yaitu menurut besarnya perubahan PNB itu sendiri.

Penanaman Modal Dalam Negeri
Penanaman modal (investment) adalah penanaman uang atau modal dalam suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan dari usaha tersebut. Investasi sebagai wahana dimana dana ditempatkan dengan harapan untuk dapat memelihara atau menaikkan nilai atau memberikan hasil yang positif. 
Dalam empat tahun terakhir ini, Penanaman Modal Dalam Negeri mengalami peningkatan. Hal itu dapat dilihat dari pencatatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mencatat realisasi penanaman modal dalam negeri selama Januari-September 2010 mencapai Rp38,5 triliun, naik Rp10,3 triliun dibanding periode yang sama tahun 2009. Wakil Kepala BKPM Yus’an di Jakarta, Minggu (31/10), mengatakan, nilai realisasi investasi dalam negeri selama periode Januari-September 2010 juga lebih tinggi dibanding total realisasi penanaman modal dalam negeri selama tahun 2008 dan 2007.Menurut dia, nilai investasi dalam negeri selama tahun 2008 sekitar Rp20 triliun dan pada 2007 sebanyak Rp34,8 triliun.
Penanaman Modal Asing
Pengertian Penanaman Modal Asing
Dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1967 ditegaskan bahwa Pengertian penanaman modal asing di dalam Undang-undang ini hanyalah meliputi penanaman modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau berdasarkan ketentuan-ketentuan Undang-undang ini dan yang digunakan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, dalam arti bahwa pemilik modal secara langsung menanggung risiko dari penanaman modal tersebut. 
Pengertian modal asing dalam Undang-undang ini menurut pasal 2 ialah : 
  1. Alat pembayaran luar negeri yang tidak merupakan bagian dari kekayaan devisa Indonesia, yang dengan persetujuan Pemerintah digunakan untuk pembiayaan perusahaan di Indonesia.
  2. Alat-alat untuk perusahaan, termasuk penemuan-penemuan baru milik orang asing dan bahan-bahan, yang dimasukkan dari luar ke dalam wilayah Indonesia, selama alat-alat terse-but tidak dibiayai dari kekayaan devisa Indonesia.
    Bagian dari hasil perusahaan yang berdasarkan Undang-undang ini diperkenankan ditransfer, tetapi dipergunakan untuk membiayai perusahaan di Indonesia.

Adapun modal asing dalam Undang-undang ini tidak hanya berbentuk valuta asing, tetapi meliputi pula alat-alat perlengkapan tetap yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, penemuan-penemuan milik orang/badan asing yang dipergunakan dalam perusaha¬an di Indonesia dan keuntungan yang boleh ditransfer ke luar negeri tetapi dipergunakan kembali di Indonesia.
Isu Penanaman Modal Asing
Gugatan atas keberadaan Freeport  di Papua tak sepenuhnya mencerminkan keinginan menyelesaikan ganjalan “ekonomi politik” secara wajar. Di negeri ini, banyak orang menggugat eksistensi Freeport yang dianggap merugikan Indonesia, tapi umumnya mereka tak banyak peduli pada dampak riilnya bagi warga Papua. Freeport sendiri juga telah mengklaim telah menambah royalti kepada Pemerintah, tapi di sisi lain mayoritas rakyat Papua tetap miskin dan terkebelakang.
Seharusnya gugatan terkait isu dominasi asing dalam perekonomian Indonesia  tak semata didasarkan pada klaim konstitusionalitas, tapi harus sungguh berorientasi pada kepentingan riil masyarakat, khususnya masyarakat lokal. Ketika eksploitasi SDA berlangsung tanpa kendali, seperti di Papua, komunitas lokallah yang kelak paling merasakan dampak buruknya untuk jangka menengah dan panjang.

Dalam jangka pendek, sebagian kecil warga lokal mungkin dilibatkan dalam pekerjaan         eksploitasi SDA di daerahnya, tapi dalam jangka menengah dan panjang, komunitas lokal dan keturunannya jelas akan menderita, karena tanah ulayat mereka telah rusak dan kekayaan di dalamnya telah dikuras habis para pemodal yang ditopang kekuasaan politik.

Bab XIII Masalah Pokok Perekonomian Indonesia

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Kurangnya kemampuan untuk mencukupi kebutuhan sehari – harinya ditambah dengan tidak adanya pendapatan yang diperoleh, membuat pengangguran memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
a.       Melekatnya dengan tindak kriminal (premanisme), misalnya perampokan, pembegalan, pencurian dll.
b.      Melekatnya dengan larangan perintah agama, misalnya pelacuran yang dilakukan oleh para wanita disebabkan karena terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia yang mengakibatkan mereka harus bekerja dengan jalan yang kurang disegani.
c.       Tidak memiliki pendirian dalam hidupnya
d.      Tidak memiliki penghasilan dan tempat tinggal yang layak
e.      Mudah berputus asa
f.        Tidak mampu mencukupi kebutuhannya
g.       Memiliki masalah – masalah sosial dalam kehidupannya, dll.

Inflasi

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

BAB XI & BAB XII KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kebijaksanaan Perdagangan  Luar Negeri dari Pelita ke Pelita berikutnya
1. Pelita I
Menurut peraturan pemerintah no.16 tahun 1970 kebijakan pemerintah tentang perekonomian membicarakan tentang penyempurnaan tata niaga ekspor dan impor. Peraturan pemerintah pada bulan agustus 1971 membahas tentang devaluasi rupiah terhadap dollar amerika dengan memfokuskan pada beberapa sasaran, yakni kestabilan harga pokok, peningkatan nilai ekspor, kelancaran impor, penyebaran barang di dalam negeri.
2.  Pelita II
Adapun kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah dalam pelita II ini adalah dengan melakukan penghapusan pajak ekspor untuk mempertahankan daya saing di pasar dunia. Penggalakan PMA dan PMDN untuk mendorong investasi dalam negeri, yang menghasilakn cadangan devisa naik dari $ 1,8 milyar menjadi $ 2,58 milyar dan naiknya tabungan pemerintah dari Rp 255 milyar menjadi Rp 1.522 milyar pada periode pelita II tersebut. Sedangkan kebijakan moneter yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan hasil produksi nasional dan daya saing komoditi ekspor karena tingkat rata-rat inflasi 34%, resesi dan krisis dunia tahun 1979, serta penurunan bea masuk impor komoditi bahan dan peningkatan bea masuk komoditi impor lainnya.
3. Pelita III
Pelita III ini menitikberatkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan, serta menignkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Pedoman pembangunan nasionalnya adalah Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil.
4. Pelita IV
Kebijakan Inpres No. 5 tahun 1985, yakni meningkatkan ekspor non migas dan pengurangan biaya tinggi dengan :
a)  Pemberantasan pungli
b)  Mempermudah prosedur kepabeanan
c)   Menghapus dan memberantas biaya siluman
Paket Kebijakan 25 Oktober 1986 : deregulasi bidang perdagangan, moneter, dan penanaman modal dengan cara :
a)   Penurunan bea masuk impor untuk komoditi bahan penolong dan bahan baku
b)   Proteksi produksi yang lebih efisien
c)    Kebijakan penanaman modal
Paket Kebijakan 15 Januari 1987, yakni peningkatan efisiensi, inovasi, dan produktivitas beberapa sektor industri (menengah ke atas) guna meningkatkan ekspor non migas, adapun langkah-langkahnya:
a) Penyempurnaan dan penyederhanaan ketentuan impor
b) Pembebasan dan keringanan bea masuk
c) Penyempurnaan klasifikasi barang
d) Paket Kebijakan 24 Desember 1987 (PAKDES) adalah restrukturisasi bidang ekonomi        dalam rangka memperlancar perijinan (deregulasi).
e) Paket 27 Oktober 1988 : kebijakan deregulasi untuk menggairahkan pasar modal dan  menghimpun dana masyarakat untuk biaya pembangunan.
f) Paket Kebijakan 21 November 1988 (PAKNOV) yakni deregulasi dan debirokratisasi bidang perdagangan dan hubungan laut.
g) Paket Kebijakan 20 Desember 1988 (PAKDES), yakni kebijakan dibidang keuangan dengan memberikan keleluasaan bagi pasar modal dan perangkatnya untuk melakukan aktivitas yang lebih produktif, juga berisi mengenai deregulasi dalam hal pendirian perusahaan asuransi.
5. Pelita V
Menitikberatkan sektor pertanian dan industri untuk menetapkan swasembada pangan dan meningkatkan produksi hasil pertanian lainnya; dan sektor industri khususnya industri yang menghasilkan barang ekspor, industri yang banyak menyerap tenaga kerja, industri pengolahan hasil pertanian, serta industri yang dapat mengahsilkan mesin mesin industri.
Diantaranya dengan cara :
a)  Mengenakan tarif dan atau kuota
b)  Mengawasi pemakaian valuta asing
c)  Ekspor : mengurangi pajak komoditi ekspor, menyederhanakan  prosedur ekspor, memberantas pungli dan biaya siluman
d)  Menstabilkan harga dan upah di dalam negeri
e)   Melakukan devaluasi
6. Pelita VI
Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh.
Disamping itu Suharto sejak tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan pertambangan, sehingga pemasukan negara dari migas meningkat dari $0,6 miliar pada tahun 1973 menjadi $10,6 miliar pada tahun 1980. Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 80% ekspor Indonesia. Dengan kebijakan itu, Indonesia di bawah Orde Baru, bisa dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi.
7. Pelita VII
Pada masa ini pemerintah lebih menitikberatkan pada sektor bidang ekonomi. Pembangunan ekonomi ini berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya.
Kebijaksanaan Moneter
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.
Kebijaksanaan Fiskal
Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:
  1. Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
  2. Pola persebaran sumber daya
  3. Distribusi pendapatan

Kebijakan Fiskal dan Moneter Sektor Luar Negeri 
Kebijakan fiskal akan mempengaruhi perekonomian melalui penerimaan negara dan pengeluaran negara. Disamping pengaruh dari selisih antara penerimaan dan pengeluaran (defisit atau surplus), perekonomian juga dipengaruhi oleh jenis sumber penerimaan negara dan bentuk kegiatan yang dibiayai pengeluaran negara.


Di dalam perhitungan defisit atau surplus anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), perlu diperhatikan jenis-jenis penerimaan yang dapat dikategorikan sebagai penerimaan negara, dan jenis-jenis pengeluaran yang dapat dikategorikan sebagai pengeluaran negara. Pada dasarnya yang dimaksud dengan penerimaan negara adalah pajak-pajak dan berbagai pungutan yang dipungut pemerintah dari perekonomian dalam negeri, yang menyebabkan kontraksi dalam perekonomian. Dengan demikian hibah dari negara donor serta pinjaman luar negeri tidak termasuk dalam penerimaan negara. 

Bab 10. Peran Sektor Luar Negeri Pada Perekonomian Indonesia

Berikut beberapa alasan mengapa suatu negara memerlukan negara lain dalam kehidupan ekonominya adalah
a.       Tidak semua kebutuhan masyarakatnya dapat dipenuhi oleh komoditi yang dihasilkan di dalam negeri, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut, harus dilakukan impor dari negara yang memproduksinya. Sebagai contoh : meskipun negara Arab adalah negara yang kaya, namun tidak dapat menghasilkan karet untuk bahan baku ban mobil, sepatu atau sandal. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku karet tersebut harus membelinya dari negara-negara yang menghasilkannya (misalnya negara-negara yang ada di Asia).
b.      Karena terbatasnya konsumen tidak semua hasil produksi dapat dipasarkan di dalam negeri, sehingga perlu di cari pasar diluar negeri. Untuk itulah suatu negara membutuhkan negara lain untuk perluasan pasar bagi produknya.
c.       Sebagai sarana untuk melakukakn proses alih teknologi. Dengan membeli produk asing suatu negara dapat mempelajari bagaimana produk tersebut dibuat dan dipasarkan, sehingga dalam jangka panjang dapat melakukan produksi untuk barang yang sama.
d.      Perdagangan antar negara sebagai salah satu cara membina persahabatan dan kepentingan-kepentingan politik lainnya.
e.      Secara ekonomis dan matematis perdagangan antar negara dapat mendatangkan tambahan keuntungan dan efisiensi dari dilakukannya tindakan spesialisasi produksi dari negara-negara yang memiliki keuntungan mutlak dan atau keuntungan berbanding.

Hambatan Perdagangan Antar Negara

Hambatan Tarif
Tarif adalah suatu nilai tertentu yang dibebankan kepada suatu komoditi luar negeri tertentu yang akan memasuki suatu negara (komoditi impor). 
Hambatan Quota
Quota termasuk jenis hambatan perdagangan luar negeri yang lazim dan sering diterapkan oleh suatu negara untuk membatasi masukkan komoditi impor ke negaranya. Quota sendiri dapat diartikan sebagai tindakan pemerintah suatu negara dengan menentukan batas maksimal suatu komoditi impor yang boleh masuk ke negara tersebut. Seperti halnya tarif, tindakan quota ini tentu tidak akan menyenangkan bagi negara peng-ekspornya. Indonesia sendiri pernah menghadapi kuota impor yang diterapkan oleh sistem perekonomian Amerika.
Hambatan Dumping
Meskipun karakteristiknya tidak seperti Tarif dan Quota, namun dumping sering menjadi suatu masalah bagi suatu negara dalam proses perdagangan luar negerinya, seperti yang dialami baru-baru ini (akhir 1996). Dimana industri sepeda Indonesia dituduh melakukan politik dumping. Dumping sendiri diartikan sebagai suatu tindakan dalam menetapkan harga yang lebih murah di luar negeri dibanding harga di dalam negeri untuk produk yang sama.
Hambatan Embargo/ Sanksi Ekonomi
Sejarah membuktikan bahwa suatu negara yang karena tindakannya dianggap melanggar hak asasi manusia, melanggar wilayah kekuasaan suatu negara, akan menerima/ dikenakan sanksi ekonomi oleh negara yang lain (PBB). Contoh yang masih hangat ditekinga adalah kasus Intervensi Irak, kasus Libia , dan masih banyak lagi. Akibat dari hambatan yang terakhir ini biasanya lebih buruk dan meluas bagi masyarakat yang terkena sanksi ekonomi dari pada akibat yang ditimbulkan oleh hambatan-hambatan perdangangan lainnya.

Neraca Pembayaran Luar Negeri Indonesia
Neraca pembayaran luar negeri Indonesia merupakan suatu bentuk pelaporan yang sistematis mengenai segala transaksi ekonomi yang diakibatkan oleh adanya kebijaksanaan dan kegiatan ekonomi di sektor luar negeri. Dengan demikian dalam neraca ini juga terdapat pos yang merupakan arus dana masuk ( umumnya ditandai dengan + ) dan ada pos yang merupakan arus dana keluar ( ditandai dengan – ).
Secara ringkas pos-pos dalam neraca pembayaran luar negeri Indonesia tersebut dapat dikelompokkan ke dalam berikut ini :
a.       Neraca perdagangan, yang merupakan kelompok transaksi-transaksi yang berkaitan dengan kegiatan ekspor-impor barang, baik migas maupun non-migas.
b.      Neraca jasa, merupakan kelompok transaksi-transaksi yang berkaitan dengan kegiatan ekspor impor di bidang jasa.
c.       Neraca berjalan, merupakan hasil penggabungan antara neraca perdagangan dan neraca jasa. Jika lebih banyak pos arus kas masuknya ( ekspor ) maka nilai neraca berjalan ini akan surplus, begitu pula sebaliknya.
d.      Neraca lalu-lintas modal, merupakan kelompok pos-pos yang berkaitan dengan lalu-lintas modal pemerintah bersih ( selisih antara pinjaman dan pelunasan hutang pokok ) dan lalu-lintas modal swasta bersih, berikut lalu lintas modal bersih lainnya yang merupakan selisih penerimaan penanaman modal asing dengan pembayaran BUMN.
e.      Selisih yang belum diperhitungkan.
f.        Neraca lalu lintas moneter, yang merupakan kelompok pos-pos yang berkaitan dengan perubahan cadangan devisa.

Peran Kurs Valuta Asing
  1. Pembayaran antar negara
  2. Pertukaran barang dan jasa
  3. mengukur kekayaan
  4. menimbun kekayaan
  5. cadangan moneter